Menyulap Limbah Kok menjadi Asesoris Cantik
Liputan6.com, Malang: Keberadaan limbah di sekitar kita seringkali luput dari perhatian. Tapi tidak demikian halnya dengan Abdullah. Warga Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini justru melihat limbah adalah tantangan sebagai peluang usaha. Dia mengolah limbah kok untuk dijadikan pernak-pernik berbentuk kupu-kupu, capung, dan burung merak.
Proses pembuatan pernak-pernik tak terlalu rumit. Produksi dimulai dengan memilih bulu-bulu kok lantaran masih tercampur dengan sampah. Kok yang diambil adalah berukuran besar. Selanjutnya masuk pada tahap pewarnaan. Air dididihkan lalu diberi zat pewarna. Setelah itu bulu yang telah dipilih direbus selama 20 menit. Kemudian ditiriskan dan dijemur sekitar satu jam. Begitu tahap ini selesai, maka bulu-bulu itu siap diolah.
Abdullah menyediakan berbagai ukuran untuk produk-produknya. Di antaranya small (S), medium (M), large (L), extra large (XL), dan jumbo. Adapun ukuran yang banyak diminati adalah M. Menurut Abdullah, produk buatannya punya kelebihan yakni berwarna mencolok dan tak luntur. Dia juga menekankan agar tidak perlu khawatir dengan asesoris buatannya karena aman untuk kesehatan.(YNI/Julianus Kriswantoro)
Abdullah - 081555622871
Jl. Prenjak Takeran Ngijo, Karang Ploso
Kabupaten Malang, Jawa Timur.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar